Home > ARTIKEL ILMU > DIROSAH HADITS IV

DIROSAH HADITS IV

KATA-KATA YANG SERING DIJUMPAI DALAM KITAB HADITS.

Pertama : kata ( ‘an ).

a- Contoh: ‘An Abi Hurairah ra…Artinya :”Dari Abu Hurairah ra”.Maksudnya ialah bahwa hadits yang ada dibelakang kata-kata tersebut adalah diriwayatkan oleh sahabat Rosululullah SAW yang bernama Abu Hurairah ra.

b- ‘An Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas’ud,artinya :”Dari Abu Abdirrahman yaitu Abdullah bin Mas’ud”.Maksudnya adalah bahwa hadits yang ada dibelakangnya tersebut diriwayatkan¬† oleh Abdullah dan ia mempunyai anak yang namanya Abdurrahman,maka dikatakan Abu Abdirrahman atau bapaknya Abdurrahman.Sedangkan Abdullah sendiri adalah anaknya Mas’ud.Jadi Mas’ud itu adalah ayahnya Abdullah juga kakeknya Abdurrahman.

Mungkin ada diantara kita ada yang bertanya:”Mengapa tidak dikatakan:’An Abdillah saja,kenapa harus diembel-embeli nama anaknya yakni Abdurrahman dan juga kakeknya yaitu Mas’ud?…Sebabnya ialah nama Abdullah itu banyak dikalangan para sahabat.Ada Abdullah bin Umar,Abdullah bin Abbas,Abdullah bin Mas’ud dan lain-lain.maka untuk membedakan antara Abdullah yang satu dengan lainnya perlu sekali ditambahkan nama anak serta ayahnya atau tambahan anaknya atau ayahnya saja.

c- ‘An ‘Amribni Syu’aeb ‘an abiihi ‘an jaddihii…Artinya: dari ‘Amr bin Syu’aeb dari ayahnya dari kakeknya”..Maksudnya ialah bahwa hadits yang ada dibelakangnya tersebut diriwayatkan oleh ‘Amr bin Syu’aeb,ia menerima dari ayahnya yakni Syu’aeb,sedangkan Syu’aeb menerima dari ayahnya yaitu kakek ‘Amr.Jadi penerima pertama kali ialah kakek ‘Amr dari Nabi Muhammad SAW.Bukan ‘Amr dan bukan juga ayahnya.

Dengan menilik uraian yang tercantum dalam (a-),(b-) dan (c-) diatas,dapatlah kita mengerti bahwa belum tentu nama yang tertera dibelakang kata ‘An atu pasti penerima pertama dari hadits yang sabdakan,dikerjakan atau ditaqrirkan oleh Rosulullah SAW,atau dengan kata lain bahwa nama yang dibelakang kata ‘An itu merupakan sanad terakhir,tetapi dapat juga penerima kedua,ketiga dan selanjutnya.

Dalam contoh-contoh diatas misalnya Abu Hurairah ra (a-) atau Abu Abdurrahman (b-) yang namanya sendiri Abdullah itu memang penerima langsung atau rowi pertama.Tetapi ‘Amr (c-) bukan penerima langsung atau rowi pertama hadits,sebab rowi pertama adalah kakeknya,sedangkan Syu’eb ayah ‘Amr adalah rowi kedua dan ‘Amr sendiri adalah rowi ketiga.

Kedua : kata Wa ‘anhu serta wa ‘anha dalam permulaan.

Kata Wa ‘anhu arti sebenarnya adalah “dan darinya” untuk orang laki-laki,sedangkan wa ‘anha untuk perempuan.Maksudnya hadits yang ada dibelakang itu rowinya sama dengan yang sebelumnya.Misalnya hadits no.296,tercantum ‘An Abi Hurairah ra,jadi rowi haditsnya adalah abu Hurairah ra.Lalu pada hadits selanjutnya yaitu no.297 dicantaumkan kata wa ‘anhu,maka artinya ialah:”dan dari nya”.kata Nya disini tentulah Abu Hurairah ra yang dimaksud.

Demikian pula misalnya hadits no.631 tercantum disana kata ‘An Aisyah ra,artinya “dari Aisyah”,lalu pada hadits selanjutnya no.632 hanya dicantumkan kata wa ‘anha,artinya “dan dari nya”.nah Nya disini isinya adalah Aisyah ra.

bersambung maniiiing…

Categories: ARTIKEL ILMU
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: