Home > Blogroll > tentang perusakan keaslian kitab

tentang perusakan keaslian kitab

Assalamulaikum war wab

Kita sering mendengar bahkan mungkin sudah faham bagi semuanya yang sering melihat atau membeli atau memperhatikan masalah kitab,dimana sudah banyak sekali kitab2 yang dirubah isinya dan menjadi tidak asli lagi sebagaimana muallif atau mushonnif kitab tersebut menulisnya.

Perbedaan pendapat jika tidak dihadapi secara arif dan santun,maka apapun akan dilakukan untuk menghadapi lawan yang dianggapnya bersebrangan.Tak perduli lagi halal haram,terpuji dan tercelanya,melanggar kode etik sebuah hak karya serta tidak punya rasa malu.

Selama yang saya ketahui dan saya dengar bahwa yang menjadi “korban” selama ini adalah kitab2 yang berhaluan Ahlussunnah wal jama’ah yang teologinya mengikut Syekh al ‘aimmah al’arif billah al’allamah abu alhasan al asy’ary,dan ternyata bukan hanya di soal tauhid atau ilmu kalam,melainkan juga kitab2 fiqh dan furu’iyyah.

sebuah contoh..ada teman di doha sewaktu umroh membeli sebuah kitab,namanya “Al Ibanah” karya Al Imamul ‘aimmah abu alhasan al’asy’ary,tapi apa yang terjadi,ternyata isinya teramat jauh dari aslinya.Kitab tersebut tetap bernama “al ibanah” dan mushonnifnya pun sama.Tapi isi yang terkandungnya sudah tidak asli lagi.Ini bisa diketahui karena “Al Ibanah” yang klasik dan asli masih banyak yang memiliki..

Dalam kitab hadits bisa diambil contoh,saya belum lama membeli kitab “Al futuhaat Al Robbaniyyah” karangan Syekh Ibnu ‘allan atau Al Alim al robbany al ‘allamah syekh muhammad ‘ali bin muhammad bin muhammad ‘allan al bakry al siddiqy a’ syafi;y rohimahulloh.Beliau hidup jauh setelah Al Imam al muhaddits al faqiih Imam nawawy ra.Ibnu ‘allan adalah salah seorang kibar al ulama dimasanya.terlahir di makkah,wafat pada tahun 1057 H.Sedangkan Imam Nawawi ra sendiri wafat 24 rojab 676 H.

Apa hubungannya antara kedua ulama besar tersebut.Diantaranya adalah karena Ibnu Allan adalah seorang ulama pembela Al qur’an dan sunnah yang banyak pemikiran dan ilmunya merujuk kepada Imam Nawawy ra.Banyak sekali kitab2 karya Ibnu “allan ini dan pada umumnya berukuran besar sehingga dicetak berjilid2.

Salah satu karyanya adalah seperti yang saya sebutkan di atas “Al futuuhat al robbaniyyah” syarah kitab “Al adzkaar Al nawawiyyah”.Dalam cetakan lama kitab tersebut sampai 14 jilid dalam ukuran besar.Tapi yang baru saya beli belum lama ternyata hanya 3 jilid saja dan di cetak tahun 2005.Isinya sudah jelas banyak yang kurang (dibuang) bahkan disana sini banyak ditambahi komentar yang tidak pada tempatnya.

Dalam kitab fiqh,saya dapat informasi misalnya kitab “al Umm” karya monumental Imam Besar sang mujtahid Al Imam Al Syafi’i juga tak luput dari “serangan” mereka,isinya diambil,dicoplok dan di buang sekiranya dianggap berlawanan dengan mereka.

Bukan tidak mungkin masih banyak kitab2 yang beredar (dengan cetakan2 baru) dilapangan yang sudah tidak asli lagi.Kepada siapa saja yang perduli dengan keberlangsungan agama ini maka mari berusaha untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan berpegang teguh dengan Alqur’an dan sunnah nabi-Nya.

Saya mau tanya,apakah orang/ulama yang berani merusak karya orang lain,mencopot,membuang,menyisipkan racun didalamnya…masih juga harus di elu2kan dan didewa2kan bahkan sampai ghuluw bahwa mereka adalah orang2 yang tauhidnya murni,hatinya bersih,tulus berdakwah,penuh keikhlasan dalam memerangi setiap bid’ah dan khurafat????…

Hujjatul islam Imam ghozali ra menitipkan pesan buat kita semua.dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin” bahwa kita harus berhati-hati dengan “ulama” dunia.Mereka ulama-ulama yang telah Allah tutup hatinya dan disesatkan jalannya.Mereka hanya merasa benar sendiri,dakwahnya hanya untuk kepentingan dunianya,tidur diatas tumpukan dolar dinar dan dolar,asyik dan terpesona dengan keindahan tahta kerajaan dan pemerintah.Lupa pada dirinya siapa dan hendak kemana ia pergi?….

Imam al ghozaly ra banyak dibenci oleh kalangan mereka,karena mereka terkena kritikan dan teguran sang imam ini.Kalau mereka memberangus dan anti tasawwuf adalah wajar karena mereka tidak mau dan tidak mampu menjalaninya.Mereka merasa tersudutkan dan aibnya terbuka setelah Imam ghozaly menjelaskan sesungguhnya siapa dan bagaimana ulama sesungguhnya.Mereka lupa bahwa kemuliaan itu haqiqinya adalah lillaahi wa’indallooh….sebagaimana Alqur’an mengatakan :”Fa innal ‘izzata lillahi jamii’an…”..

Semoga aqidah kita semua terjaga dan ditujukkan Allah untuk mengikuti setiap kebenaran..Wallohu a’lam.

carik/guskacung

Categories: Blogroll
  1. orgawam
    April 15, 2008 at 7:43 am

    Assalamu’alaikum wrwb.

    Salam kenal gus kacung. Keadaan ini memang sungguh memprihatinkan. Namun apa yg bisa diperbuat umat. Adakah kita masih bisa menemukan kitab-kitab asli? Di mana?

    Sebenarnya kalau dari segi kaidah keilmuan, sah-sah saja mengedit karya orang lain. Namun harus diterangkan bahwa itu adalah karya baru dengan penulis baru, yaitu saduran dari karya lama. Sebagaimana dicontohkan para ulama, semisal syarah muslim, karya Imam Nawawi. Beliau menamakan kitabnya dengan nama baru, dengan pengarang beliau sendiri, yang isinya menerangkan hal2 dari kitab sahih muslim.

    Jika kitab asli diedit kemudian disandarkan dengan nama judul kitab yang asli, dengan pengarang asli, maka itu namanya pemalsuan.

    Saya ada ide. Bagaimana jika saudara2 kita yg bisa bhs arab untuk turut menterjemahkan kitab2 yg masih asli itu, biar umat terbuka matanya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: