Home > ARTIKEL ILMU > IBADAH HAJI DAN UMROH

IBADAH HAJI DAN UMROH

HAJI DAN UMROH (bagian 1)

Oleh:Abu Halwa

Bismullahirrohmaanirrohiim Alhamdulillaahirobbil ‘Aalamiin Washshsolaatu wassalaamu ‘Alaa sayyidinaa wa Maulaanaa Wa Qudwatunaa Kanjeng Nabi Muhammad SHOLLALLOOHU ‘ALAHI WA AALIHII WASHOHBIHII WASALLAM…Ammaa Ba’du..

Pada tulisan kali ini,kita akan membicarakan soal Haji dan Umroh dan hal-hal yang berhubungan dengan dua hal tersebut.Pembahasannya Insya Allah akan saya tulis beberapa bagian,mengingat mungkin tema kita kali ini agak cukup panjang.Mulai dari Ta’rif Haji dan Umroh,hukum,hikmah,kepada siapa haji diwajibkan,syarat sah haji dan seterusnya…

1- Ta’rif Haji dan Umroh.

HAJI.

Haji secara lughot atau bahasa berarti menuju.Menurut Syekh Kholil arti “Hajj” secara bahasa adalah Al qoshdu ilaa man yu’adzdzom atau menuju pada” sesuatu” yang diagungkan.Sedangkan menurut Syara’,Haji adalah Menuju ke Baitulloh Al Haram untuk melaksanakan Ibadah khusus dengan syarat-syrat yang sudah ditentukan.

UMROH.

Umroh secara lughot punya makna ziaroh atau bertandang/bertamu.Sedangkan secara syara’ ialah menuju ke Baitulloh al Haram diselain waktu haji untuk menjalankan ibadah makhsus dengan syarat-syarat khusus pula.

PERBEDAAN ANTARA HAJI DAN UMROH.

Haji dan Umroh berbeda dari soal waktu juga sebagian dalam hukum-hukumnya.Dari segi waktu misalnya,Haji harus masuk pada Asyhurun Ma’luumaat atau bulan-bulan yang sudah diketahui/ditentukan,tidak boleh diluar dari bulan-bulan tersebut dan tidak sah niat haji kecuali berada dibulan2 tersebut.Bulan-bulan tersebut adalah Syawwal,Dzul Qo’dah dan Sepuluh yang pertama dari bulan Dzul Hijjah.Sedangkan Umroh waktunya bebas kapan saja.

Sedangkan dari segi hukum ada sebagian yang berbeda,diantaranya dalam haji ada kewajiban Wukuf di Arafah,Mabit di Muzdalifah dan Mina,melempar Jumar/jumroh dan lain-lain.Sedangkan dalam umroh hal-hal tersebut tidak ada.

2- ZAMANU MASYRUU’IYYAATIHIMAA.

Masa di syari’atkannya haji dan umroh para ulama berbeda pendapat.Namun yang paling Rojih/kuat adalah pada tahun 9 Hijriyyah.Dalilnya adalah Hadits Kanjeng Nabi Al Musthofaa Shollalloohu ‘alaihi wasallam,Riwayat Bukhori & Muslim,ketika sebuah rombongan yang dipimpin Abdul Qois menghadap Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam di awal tahun 9 hijriyyah.Mereka bertanya kepada Kanjeng Nabi,perintah-perintah agama apa saja yang wajib mereka lakukan.Nabi bersabda:”Aamurukum bil Iimaani Billaahi,Wa Iqoomishsholaati,Wa Itaa’izzakaati,Washoumi Romadloona,Wa An tu’thu Alkhumus minalmaghnam”.Aku perintahkan kalian beriman kepada Allah,mendirikan sholat,menunaikan zakat,puasa romadlon dan seperlima dari harta rampasan.

Dalil tersebut sekaligus sebagai jawaban bagi sebagian pendapat yang mengatakan bahwa haji disyariatkan sebelum tahun 9 hijriyyah.Kalau Haji diwajibkan sebelum tahun 9 hijriyyah,tentu Kanjeng Nabi pun akan menyebut kewajiban haji kepada rombongan Abdul Qois tersebut.

Insya Allah akan berlanjut ke masalah Hukum dan Dalil Haji…

Categories: ARTIKEL ILMU
  1. December 12, 2009 at 4:14 pm

    Ini mas kacung yang komentar di Adhim Go Blog ? Jika iya Salam kenal

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: